background:#000000 url(http://www.deviantart.com/download/117782530/PS_logo_PS3_background_by_GrimLink.png) repeat center fixed;

Minggu, 24 Januari 2016

LAMBANG DAN ATRIBUT TAPAK SUCI




LAMBANG DAN ATRIBUT

By kang Doell




A. Lambang
Perguruan TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH memiliki lambang yang khas yang tidak sama dengan perguruan lain dan memiliki makna yang sesuai dengan ajaran agama Islam dan Persyarikatan Muhammadiyah.
Adapun lambangnya adalah sebagai berikut :
Logo TSBerbentuk bulat        = Bertekad bulat
Berdasar biru            = Keagungan
Bertepi hitam            = Kekal dan abadi melambangkan sifat Allah SWT
Bungan mawar          = Keharuman
Warna merah             = Keberanian
Daun kelopak hijau  = Kesempurnaan
Bungan melati putih= Kesucian
Jumlah sebelas           = Rukun Islam dan rukun Iman
Tangan kanan putih  = Keutamaan
Terbuka                         = Kejujuran
Berjari rapat                 = Keeratan
Ibu jari tertekuk          = Kerendahan hati
Sinar matahari kuning = Putera Muhammadiyah
Keseluruhan lambang TAPAK SUCI tersebut mengandung arti :
Bertekat bulat mengagungkan Asma Allah SWT yang kekal dan abadi.
Dengan keberanian menyerbakkan keharuman dan kesempurnaan.
Dengan kesucian menunaikan Rukun Islam dan Rukun Iman.
Mengutamakan keeratan dan kejujuran dengan rendah hati.
B. Atribut
1. Seragam
Seragam pada hakekatnya adalah atribut yang didalam Perguruan TAPAK SUCI menurut tradisi ada beberapa seragam sebagai berikut;
a.    Pakaian Dinas Pendidikan dan latihan (PDL)
seragam tapak suciPakaian dinas pendidikan dan latihan (PDL) berbentuk khas TAPAK SUCI yaitu baju kurung ukuran panjang lengan 8 (delapan) cm diatas pergelangan tangan dan melebar diujung lengan, panjang baju diatas pantat untuk putra, dibawah pantat dan memakai baju kaos didalam seragam untuk putri.
Celan kolor, panjang kaki 8 (delapan) cm diatas mata kaki dan melebar diujungnya.
Warna baju dan celana merah dengan strip kuning pada leher, pergelangan tangan dan kaki dengan ukuran lebar strip 3 (tiga) cm, dipasan 1,5 (satu setengan) cm dari tepi luar. Dan memakai jilbab hitam bagi yang putri, Berrompi hitan bagi dewan Pendekar dan berrompi biru bagi dewan pelatih.
b.    Pakaian dinas Wasit Juri (PDW)
Pakaian dinas Wasit Juri (PDW) berbentuk khas TAPAK SUCI yaitu baju kurung ukuran panjang lengan 8 (delapan) cm diatas pergelangan tangan dan melebar diujung lengan, panjang baju diatas pantat untuk putra, dibawah pantat dan memakai baju kaos didalam seragam untuk putri.
Celan kolor, panjang kaki 8 (delapan) cm diatas mata kaki dan melebar diujungnya.
Warna baju dan celana kuning medium. Dan memaai jilbab hitam bagi yang putri. Bersabuk kombinasi kuning dan biru.
c.    Pakaian dinas aparat pertandingan / Perlombaan (PDA)
Adapun bentuk pakaian dinas aparat pertandingan / perlombaan (PDA) adalah safari krah tutup warna kuning, celana gelap (sebaiknya hitam), memakai songkok / peci hitam bagi yang putri berjilbab hitam dan bersepatu karet (olahraga)
d.    Pakaian dinas KOSEGU (PDK)
2. Bendera
Bendera TAPAK SUCI berbentuk persegi panjang  berukuran 2 : 3 (dua banding tiga) berwarna dasar merah bergambarkan lambang TAPAK SUCI ditengah, berwarna sesuai anggaran Dasar dan bertulis TAPAK SUCI Putera Muhammadiyah berwarna Putih dibawahnya.
semoga bgermanfaat 
diambil dari berbagai sumber

Sabtu, 23 Januari 2016

PHOTO UKT PIMDA 031


By Kang Doell

UKT PIMDA 031 TULUNGAGUNG  

Dilaksanakan pada tanggal 16 - 17 januari 2016 
bertempat di Cabang Besuki di ikuti oleh 150 siswa dari siswa dasar sampai siswa 
Orang orang yang terlibat dalam UKT

                                              
                                    
 Kang Totok dan Kang arif
 kang Rifa'i dan kang dikin
 kang wahid,pak wi dan kang kamdi
 OPERATOR KANG ARIES





 kang Dian


                                  




 calon calon kader 
kang  H.hadi


 Srikandi Tulungagung dewi





 kang Doell

 kader - kader pimda
kang Totok, S dan kang Zainul
 kang doell dan kang zainul





 kang nur dan kang wahid





 Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah

SEJARAH SINGKAT PERGURUAN SENI BELA DIRI INDONESIA TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

By Kang Doell



                                                  




Sejarah Singkat Perguruan Tapak Suci
Ditulis oleh Niko Lerch   

Sejarah Tapak Suci

Di Banjarnegara, Jawa Tengah, Kiyai Haji (K.H.) Syuhada pada tahun 1872 memiliki seorang putera yang diberi nama Ibrahim. Sejak kecil ia menerima ilmu pencak dari ayahnya. Ibrahim tumbuh menjadi Pendekar yang menguasai pencak ragawi dan batin / inti tetapi sekaligus Ulama yang menguasai banyak ilmu, kemudian berganti nama menjadi K.H. Busyro Syuhada.
Pada awalnya K.H.Busyro Syuhada mempunyai 3 murid, yaitu :
  • Achyat ( adik misan ), yang kemudian dikenal dengan K.H. Burhan
  • M.Yasin ( adik kandung ), yang dikenal dengan K.H. Abu Amar Syuhada
  • Soedirman, yang dikemudian hari mencapai pangkat Jenderal dan pendiri Tentara 
Nasional Indonesia, bahkan bergelar Panglima Besar Soedirman.
Pada tahun 1921 di Yogyakarta, bertemulah K.H. Busyro Syuhada dengan kakak beradik Ahmad Dimyati dan Muhammad Wahib. Dalam kesempatan itu mereka adu ilmu pencak antara M. Wahib dan M. Burhan. Kemudian A. Dirnyati dan M. Wahib dengan pengakuan yang tulus  mengangkat K.H. Busyro Syuhada sebagai guru dan mewarisi ilmu pencak dari K.H. Busyro Syuhada yang kemudian menetap di Kauman. Menelusuri jejak gurunya, Ahmad Dimyati mengembara ke barat sedang M. Wahib mengembara ketimur sampai ke Madura untuk menjalani adu kaweruh ( uji ilmu ). Pewaris ilmu banjaran, mewarisi juga sifat-sifat gurunya M. Wahib sebagaimana K.H. Busyro Syuhada, bersifat keras, tidak kenal kompromi, suka adu kaweruh. Untuk itu sangat menonjol nama M. Wahib dari pada  A. Dimyati. Sedang A. Dimyati yang banyak dikatakan ilmunya lebih tangguh dari pada adiknya M. Wahib tetapi karena pendiam dan tertutup maka tidak banyak kejadian-kejadian yang dialami. Sebagaimana M. Burhan yang mempunyai sifat dan pembawaan sama dengan A. Dimyati.
K. H. Busyro Syuhada pernah menjadi guru pencak untuk kalangan bangsawan dan keluarga Kraton Yogyakarta. Salah satu diantara muridnya adalah R.M. Harimurti, seorang pangeran kraton, yang dikemudian hari beberapa muridnya mendirikan perguruan–perguruan pencak silat yang beraliran Harimurti.

Kauman, Seranoman dan Kasegu

Pendekar Besar KH Busyro Syuhada memberi wewenang kepada pendekar binaannya, A. Dimyati dan M. Wahib untuk membuka perguruan dan menerima murid. Perguruan baru yang didirikan pada tahun 1925 itu diberi nama Perguruan "Kauman", yang beraliranBanjaran.
Perguruan Kauman mempunyai peraturan bahwa murid yang telah selesai menjalani pendidkan dan mampu mengembangkan ilmu pencak silat diberikan kuasa untuk menerima murid.
M. Syamsuddin yang menjadi murid kepercayaan Pendekar Besar M..Wahib diangkat sebagai pembantu utama; dan dizinkan menerima murid. Kemudian mendirikan perguruan ”Seranoman".  Perguruan Kauman menetapkan menerima siswa baru, setelah siswa tadi lulus menjadi murid di Seranoman. Perguruan Seranoman melahirkan pendekar muda Moh. Zahid, yang juga lulus menjalani pendidikan di perguruan Kauman. Moh. Zahid yang menjadi murid angkatan ketiga (3) bahkan berhasil pula mengembangkan pencak silat yang berintikan kecepatan; kegesitan, dan ketajaman gerak. Tetapi murid ketiga ini pada tahun 1948, wafat pada usia yang masih sangat muda. Tidak sempat mendirikan perguruan baru tetapi berhasil melahirkan murid, Moh. Barie lrsjad.
Pendekar Besar KH Busyro Syuhada berpulang ke Rahmatullah pada bulan Ramadhan 1942. Pendekar Besar KH Busyro Syuhada bahkan tidak sempat menyaksikan datangnya perwira Jepang, Makino, pada tahun 1943 yang mengadu ilmu beladirinya dengan pencak silat andalannya. Makino mengakui kekurangannya dan menyatakan menjadi murid Perguruan Kauman sekaligus menyatakan masuk Islam kemudian berganti nama menjadi Omar Makino. Pada tahun 1948 Pendekar Besar KH Burhan gugur bersama dengan 20 muridnya dalam pertempuran dengan tentara Belanda di barat kota Yogyakarta. Kehilangan besar pesilatnya menjadikan perguruan Kauman untuk beberapa sa’at berhenti kegiatannya dan tidak menampakkan akan muncul lagi Pendekar. Moh. Barie lrsjad sebagai murid angkatan keenam (6) yang dinyatakan lulus dari tempaan ujian Pendekar M. Zahid, M. Syamsuddin, M. Wahib dan A. Dimyati kemudian dalam perkembangan berikutnya mendirikan perguruan "Kasegu"
Kalau perguruan-perguruan sebelumnya diberi nama sesuai dengan tempatnya. Perguruan Kasegu diberikan nama sesuai dengan senjata yang diciptakan oleh Pendekar Moh. Barie Irsjad.

Lahirnya Tapak Suci

Moh. Barie lrsjad akhirnya mengeluarkan gagasan agar semua aliran Banjaran yang sudah berkembang dan terpecah-pecah dalam berbagai perguruan, disatukan kembali ke wadah tunggal.
Pendekar Besar M. Wahib merestui berdirinya satu Perguruan yang menyatukan seluruh perguruan di Kauman. Restu diberikan dengan pengertian Perguruan nanti adalah kelanjutan dari Perguruan Kauman yang didirikan pada tahun 1925 yang berkedudukan di Kauman.
Pendekar M. Wahib mengutus 3 orang muridnya. dan M. Syamsuddin mengirim 2 orang muridnya untuk bergabung. Maka Pendekar M. Barie Irsjad bersama sembilan anak murid menyiapkan segala sesuatunya untuk mendirikan Perguruan.
Dasar-dasar perguruan Kauman yang dirancang oleh Moh. Barie lrsjad, Moh. Rustam Djundab dan Moh. Djakfal Kusuma menentukan nama Tapak Suci. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dikonsep oleh Moh Rustam Djundab. Do’a dan lkrar disusun oleh H. Djarnawi Hadikusuma. Lambang Perguruan diciptakan oleh Moh. Fahmie Ishom, lambang Anggota diciptakan oleh Suharto Suja', lambang Regu Inti "Kosegu" diciptakan Adjib Hamzah. Sedang bentuk dan warna pakaian dibuat o!eh Moh. Zundar Wiesman dan Anis Susanto.
Maka pada tanggal 31 Juli 1963 lahirlah Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci
    di copy dari tulisan Niko Lerch ,,,,Semoga  bermanfaa

Jumat, 22 Januari 2016

ARTI LAMBANG TAPAK SUCI

By Kang Doell


          ARTI LAMBANG TAPAK SUCI


ARTI LAMBANG TAPAK SUCI

  1. Arti Lambang Tapak Suci:
  • Bentuk Bulat : Bertekat Bulat.
  • Berdasar Biru : Keagungan.
  • Bertepi Hitam : Kekal dan abadi melambangkan sifat Allah SWT.
  • Bunga Mawar : Keharuman.
  • Warna Merah : Keberanian.
  • Daun Kelapa Hijau : Kesempurnaan.
  • Bunga Melati Putih : Kesucian
  • Jumlah Bunga Melati Sebelas : Rukun Islam dan Rukun Iman.
  • Tangan Kanan Putih : Keutamaan.
  • Terbuka : Kejujuran.
  • Berjari Rapat : Keeratan.
  • Ibu Jari Tertekuk : Kerendahan Hati.
  • Sinar Matahari Kuning : Putra Muhammadiyah.
* Keseluruhan lambang tersimpul dengan nama TAPAK SUCI yang mengandung arti;
TAPAK SUCI bertekat bulat mengagungkan asma Allah SWT yang bersifat kekal dan abadi. TAPAK SUCI dengan keberanian menyebarkan keharuman dengan sempurna, dan TAPAK SUCI dengan kesucian menunaikan Rukun Islam dan Rukun Iman, serta mengutamakan keeratan persaudaraan, kejujuran, dan rendah hati.
Dan (tambahan) lambang itu berada dalam pancaran sinar matahari, bermakna TAPAK SUCI PUTRA MUHAMADIAH ( TAPAK SUCI adalah ORTOM = Organisasi Otonom Perserikatan Muhammadiyah ).
2. Ikrar Tapak Suci :
IKRAR ANGGOTA
TAPAK SUCI PUTRA MUHAMMADIYAH


Saya anggota TAPAK SUCI PUTRA MUHAMADIAH, berikrar
1. Setia menjalankan ibadah dengan ikhlas karena Allah semata.
2. Mengabdi kepada Allah berbakti kepada bangsa dan Negara serta membela keadilan
 dan kebenaran.
3. Menjauhkan diri dari segala perangai dan tingkah laku yang tercela.
4. Mencari perdamian dan kasih saying serta menjauhi perselisihan dan permusuhan
5. Patuh dan taat pada peraturan – peraturan serta percaya kepada kebijaksanaan 
pimpinan
Motto Tapak Suci : Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah

IKRAR SISWA TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH




Sabtu, 23 januari 2016

By Kang Doell



Ikrar Siswa Tapak Suci Putera Muhammadiyah


  1. Setia menjalankan ibadah dengan ikhlas karena allah semata.
  2. Mengabdi kepada Allah, bangsa, dan negara, serta membela keadilan dan kebenaran.
  3. Menjauhkan diri dari segala perangai dan tingkah laku yang tercela.
  4. Mencari perdamaian dan kasih sayang serta menjauhi perselisihan dan permusuhan.
  5. Patuh dan Taat pada peraturan-peraturan serta percaya kepada kebijaksanaan pimpinan.
  6. denagn iman dan akhlaq saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlaq saya menjadi lemah.